jump to navigation

Merdeka dari Koruptor August 17, 2009

Posted by febri diansyah in Uncategorized.
add a comment

Birokrasi pun membentuk wajah sendiri mulai dari puncak kekuasaan hingga level yang bersentuhan langsung dengan masyarakat kecil. Tipilogi korupsi di Indonesia secara sederhana terjadi mulai dari korupsi politik hingga pemerasan birokrasi

[ Senin, 17 Agustus 2009 ]

Pada hari kemerdekaan ke-64 Republik Indonesia, dengan jujur kita masih sulit membantah, negeri ini masih dikuasai para koruptor. Atau, setidaknya masyarakat dipaksa permisif dengan korupsi. Hingga, wajar jika dikatakan, kemerdekaan Indonesia dari korupsi belumlah utuh. Kita justru tidak pernah selesai melakukan sebuah evolusi pemberantasan korupsi.

Potret ini selayaknya ditempatkan sebagai otokritik terhadap konsepsi nasionalisme dan pemahaman kita tentang ritual Hari Kemerdekaan. Karena berbicara tentang konsepsi negara merdeka, sesungguhnya kita sedang mencoba menjawab satu pertanyaan sederhana. “Sudahkan penyelenggara negara secara mandiri mampu menjalankan fungsinya memenuhi kesejahteraan rakyat dan menjaga masyarakatnya dari segala ancaman dan benturan hak?”

(more…)

Melawan Pembusukan KPK June 24, 2009

Posted by febri diansyah in Uncategorized.
add a comment

Akhir April ini merupakan saat yang menggetarkan bagi penegakan hukum dan pemberantasan korupsi. Bagaimana tidak, ketua sebuah lembaga yang dikenal keras terhadap koruptor tiba-tiba diributkan karena terkait kasus pembunuhan. KPK jelas sangat terguncang. Sebagian pihak akan menilai citra lembaga ini akan meroket jatuh.

Namun, menurut Indonesian Corruption Watch (ICW), KPK harus diselamatkan. Antasari Azhar jelas tidak sama dengan KPK. Institusi ini jauh lebih besar dan jauh lebih penting dibanding perorangan mana pun.

Saat ini Antasari Azhar (AA, mantan ketua KPK) dikabarkan berstatus sebagai tersangka kasus dugaan pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB), Nasruddin Zulkarnain. Berdasarkan surat Bareskrim Kepolisian, Kejaksaan Agung sudah mengumumkan kepada publik. Dia diduga berposisi sebagai intellectueel dader dalam kasus tersebut. Tetapi, pihak pengacara keluarga membantah karena Antasari masih dipanggil ke Polda Metro Jaya sebagai saksi pada Senin (4/5). (more…)

Menanti Perppu Pengadilan Tipikor February 14, 2009

Posted by febri diansyah in Korupsi.
add a comment

“…Apakah ada pembajakan dan inkonsistensi? Jika ya, perlu ada kampanye untuk mengimbau masyarakat agar pada Pemilu 2009 tidak memilih parpol yang tidak konsisten mendukung pembentukan Pengadilan Tipikor. Sebab, itu berarti mereka tidak mendukung pemberantasan korupsi, hendak melindungi diri dari jerat penegakan hukum, sehingga bebas melakukan perbuatan korup....”

Dimuat Jawa Pos, Rabu 11 Februari 2009

Jangka waktu membentuk Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang di-deadline Mahkamah Konstitusi (MK) makin sempit. Berdasar putusan No 012-016-019/PUU-IV/2006, MK meminta pemerintah dan DPR segera memperkuat basis konstitusional pemberantasan korupsi melalui pembentukan UU Pengadilan Tipikor sebagai satu-satunya sistem peradilan tindak pidana korupsi.

Bagian yang harus dipahami secara afirmatif, MK sebenarnya menegaskan, pengadilan khusus korupsi sangat dibutuhkan dan konstitusional jika dibentuk dengan UU tersendiri. Bukan sebaliknya. (more…)

Memetakan Dugaan Korupsi Sisminbakum November 19, 2008

Posted by febri diansyah in Korupsi.
Tags: , , , ,
add a comment

Beberapa hal yang kontras mulai diperdebatkan ketika salah seorang akademisi dan praktisi yang sering terlibat aktivitas pemberantasan korupsi justru ditahan atas tuduhan korupsi.

Dimuat di: Jawa Pos, Rabu 19 November 2008

Romly Atmasasmita, guru besar Hukum Pidana Internasional Universitas Padjajaran, mantan pejabat Departemen Hukum dan HAM (Depkum HAM), menjadi ahli yang berpihak pada pemberantasan korupsi. Kemudian, banyak yang bilang bahwa Romly harus dibela. Sebab, dia korban buruknya sistem. Penegakan hukum yang dilakukan kejaksaan lebih dilihat sebagai upaya serangan balik koruptor, bahkan kental urusan politis. Tapi, bukankah tidak ada maaf untuk koruptor? Termasuk, teman dekat atau bahkan saudara.
(more…)

Koruptor di Sekitar Skandal BI November 3, 2008

Posted by febri diansyah in Korupsi.
Tags: , , ,
add a comment

 

Siapa Menyusul Setelah Aulia Pohan

Dimuat Senin, 03 November 2008

“Beberapa saat setelah pembacaan vonis untuk mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah, KPK mengumumkan empat tersangka baru. Salah satunya menyentuh orang terdekat presiden -besan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Di satu sisi apresiasi dan dukungan patut diberikan kepada institusi tersebut. Terutama karena lambat laun hukum mulai ditegakkan, bahkan menyentuh lingkar Istana. Meskipun tentu bukan tanpa catatan” (more…)

Perpanjangan Usia Pensiun Hakim Agung Menjadi 70 Tahun September 24, 2008

Posted by febri diansyah in Mahkamah Agung.
Tags: , ,
1 comment so far

“Bagaimanapun, institusi peradilan Indonesia harus diselamatkan dari pembajakan sekelompok elite politik, baik di DPR, pemerintah, swasta, maupun MA sendiri. Satu poin sederhana, MA bukan panti jompo”.

Langkah Mempertahankan Status Quo

Dimuat Rabu, 24 September 2008

SEBUAH kemunduran besar sedang terjadi jutru dari sekelompok anggota DPR. Di tengah upaya perbaikan dan reformasi peradilan, DPR bersama pemerintah justru hendak mempertahankan status quo melalui perpanjangan usia pensiun hakim agung 70 tahun. (more…)

Menolak Revisi Kewenangan Penyadapan KPK August 24, 2008

Posted by febri diansyah in Korupsi.
Tags: , , , ,
add a comment

“Sepintas jika hanya dua pasal itu yang digunakan, penyadapan KPK terhadap sejumlah pihak yang diduga terkait kasus korupsi akan dinyatakan melanggar HAM. Namun, agaknya konvensi-konvensi Internasional dan bahkan Hukum Nasional Indonesia harus dibaca utuh.”

....

Dimuat Kamis, 21 Agustus 2008

SEJAUH mana dalil Hak Asasi Manusia (HAM) dijamin dalam kerangka perang terhadap korupsi? Pertanyaan ini relevan ketika argumentasi HAM seringkali ditempatkan pada posisi bersebrangan dengan upaya serius pemberantasan korupsi. Di titik tertentu, alasan ini menjadi kontradiktif dengan upaya perlindungan hak asasi kolektif. Pertentangan norma antara pengakuan dan perlindungan hak asasi individual dengan hak asasi orang banyak (masyarakat luas) layaknya ditempatkan pada proporsi yang seimbang.

Wacana pengenaan baju untuk tersangka, terdakwa dan terpidana kasus korupsi adalah salah satu contoh yang menjadi perdebatan. Apakah hal itu melanggar HAM, melanggar presumption of innocence (praduga tak bersalah), atau justru dibutuhkan untuk memperkuat bangunan strategi pemberantasan korupsi? Demikian juga dengan desakan beberapa anggota Komisi III DPR-RI yang ingin merevisi kewenangan penyadapan yang diatur di UU KPK.

Melanggar HAM? (more…)

Korupsi Dibalik Ketertutupan MA August 11, 2008

Posted by febri diansyah in Mahkamah Agung.
Tags: , , , ,
add a comment

Bahkan, MA sendiri menerbitkan Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI, KMA No.144/KMA/SK/VIII/2007 tentang Keterbukaan Informasi di Pengadilan. Ditegaskan, “pengadilan wajib menyediakan informasi yang bersifat terbuka dan dapat diakses publik (pasal 3)”. Pada bagian lainnya disebutkan, pengelolaan keuangan pengadilan merupakan salah satu informasi yang terbuka (pasal 19). Apakah MA ingin mengkhianati produk hukumnya sendiri?

Dimuat di: Jawa Pos, Senin 10 Juni 2008

Sampai saat ini, Mahkamah Agung (MA) masih menutup pintu untuk Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang akan mengaudit biaya perkara.

Padahal, temuan awal BPK setidaknya Rp 7,45 miliar uang perkara masuk dalam kategori rekening liar yang berpotensi korup. Berdasar perhitungan ICW, pengelolaan dan pertanggungjawaban sekitar Rp 31,1 miliar biaya perkara sejak tahun 2005-Maret 2008 tidak jelas.

(more…)

Revolusi Gerakan Anti Korupsi August 11, 2008

Posted by febri diansyah in Korupsi.
Tags: , ,
add a comment

Dimuat di: Jawa Pos, Selasa 11 Desember 2007

Sulit mengatakan telah ada kemajuan mendasar dalam level strategi dan prioritas pemberantasan korupsi di Indonesia.

Padahal, telah lewat empat tahun sejak United Nation Convention Against Corruption (UNCAC) diterima di Sidang Majelis Umum PBB (Resolusi 58/4, 31 Oktober 2003). Dan, telah lebih dari satu tahun sejak Indonesia meratifikasinya melalui UU 7/2006 (19 September 2006).

(more…)

Menelisik Dana Siluman MA August 11, 2008

Posted by febri diansyah in Mahkamah Agung.
Tags: , , , ,
add a comment

Dimuat di: Jawa Pos, Selasa 25 September 2007

Kita tidak ingin lembaga terhormat di negeri ini tersungkur hanya ditangan kelompok yang anti transparansi dan akuntabilitas. Seperti Mahkamah Agung (MA) yang belakangan justru tumbuh dan dikenal dalam personifikasi negatif. Selain hasil survey indeks korupsi kelembagaan yang tidak pernah membaik dari waktu ke waktu, berbagai putusan yang kontroversial, kebijakan dan sikap-sikap MA pun nyata-nyata terus berbenturan dengan hasrat keadilan yang secara eksistensial melekat padanya.

Yang kita inginkan, MA terus menjadi lebih baik, terbuka, mempunyai sensitivitas empati, anti mafia peradilan, dan bersedia mempertanggungjawabkan setiap perbuatannya. Sehingga, seharusnya pertikaian antara Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan MA tidak perlu terjadi.

(more…)